Senin, 08 September 2014

TARI SANG HYANG JARAN

Sanghyang Jaran
Bali memiliki berbagai jenis tarian dan salah satunya adalah tari Sanghyang, yang bersifat sakral dan religius, dipentaskan untuk menolak bala karena adanya suatu wabah penyakit. Tari Sang Hyang ini merupakan tari trance (kerauhan) oleh roh-roh Hyang seperti Bidadari ataupun dari binatang. Dan salah satunya adalah Sanghyang Jaran (kekuatan roh dari kuda dewata). Tarian ini ditarikan oleh seorang pria, bisa juga oleh seorang pemangku atau orang yang dianggap suci yang mengendarai kuda-kudaan dari pelepah daun kelapa. Sebelumnya dimulai dengan rangkaian upacara dan pada akhirnya sang penari 
kemasukan roh kuda yang merupakan tunggangan dewata kahyangan.

Penari yang sudah kerasukan/kesurupan roh akan kehilangan kesadaraanya, sambil memejamkan matanya berlari-lari kecil mengelilingi dan menginjak-injak bara api dari sabut dan batok kelapa, sambil diiringi nyanyian sakral/ gending Sanghyang. Semakin lama tarian tarian semakin memuncak, penari menerjang gundukan bara api, api diinjak, ditendang diambil dengan tangan tanpa terbakar sedikitpun, tari Sanghyang Jaran ini diiringi dengan lantunan kidung Sanghyang Jaran dan gamelan yang tak putus-putus, suasana magis lebih terasa lagi saat lampu penerang dimatikan, kelihatan bara api berserakan disana-sini, dan pada akhirnya semua api telah padam, dilanjutkan dengan mengembalikan kesadaran penari, melepas roh yang memasuki penari untuk kembali ke asalnya dan akhirnya sang penaripun sadar.

Hal ini menyadarkan kita bahwa ada kekuatan lain di luar kita sehingga menambah kesadaran yang lebih tinggi ada kekuatan lain yang lebih besar lagi dari roh-roh tersebut yaitu Ida Sang Hyang Widi Wasa, yang menciptakan alam semesta ini beserta isinya.Tari Sanghyang jaran jarang sekali dipentaskan dan tempat pementasannya di pura.